Jumat, 29 Juni 2012

Guru? Bukan Hal yang Gampang


Menjadi guru, bukanlah pekerjaan mudah. Didalamnya, dituntut pengabdian, dan juga ketekunan. Harus ada pula kesabaran, dan welas asih dalam menyampaikan pelajaran. Sebab, sejatinya, guru bukan hanya mendidik, tapi juga mengajarkan. Hanya orang-orang tertentu saja yang mampu menjalankannya.
Menjadi guru juga bukan sesuatu yang gampang.Apalagi, menjadi guru bagi anak-anak yang mempunyai “keistimewaan”.Dalam tanda kutip disini adalah anak-anak yang mengalami sindroma gangguan otak belakang.
Namun miris sekali ternyata semua itu hanya lah angan-angan saja. Banyak sekali guru yang kurang memahami bagaimana cara mengajar yang baik. Terlebih dalam cakupan tentang Ilmu Pengetahuan Alam. Sebut saja itu Kimia. Mungkin hanya beberapa guru yang dapat menerapkan system pengajaran dengan baik. Terkadang guru hanya memberikan apa yang sudah ada didalam buku, istilah kasarnya menyalin atau mendikte kembali kalimat-kalimat yang sudah terdapat dalam buku tersebut.
Padahal profesi seorang guru selain profesi untuk mengajar dituntut pula untuk dapat mengajar peserta didik dengan baik. Seperti yang tercantum pada kurikulum 2004 bahwa Mata  pelajaran kimia di SMA & MA berfungsi dan bertujuan sebagai berikut:
1.         Menyadari keteraturan dan keindahan alam untuk mengagungkan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa.
2.         Memupuk sikap ilmiah yang mencakup:
·      Sikap jujur dan obyektif terhadap data;
·      Sikap terbuka, yaitu bersedia menerima pendapat orang lain serta mau mengubah pandangannya, jika ada bukti bahwa pandangannya tidak benar;
·      Ulet dan tidak cepat putus asa;
·      Kritis terhadap pernyataan ilmiah, yaitu tidak mudah percaya tanpa ada dukungan hasil observasi empiris; dan dapat bekerjasama dengan orang lain.
3.         Memperoleh pengalaman dalam menerapkan metode ilmiah melalui percobaan atau eksperimen, dimana siswa melakukan pengujian hipotesis dengan merancang eksperimen melalui pemasangan instrumen, pengambilan, pengolahan dan interpretasi data, serta mengkomunikasikan hasil eksperimen secara lisan dan tertulis.
4.         Meningkatkan kesadaran tentang aplikasi sains yang dapat bermanfaat dan juga merugikan bagi individu, masyarakat, dan lingkungan serta menyadari pentingnya mengelola dan melestarikan lingkungan demi kesejahteraan masyarakat.
5.         Memahami konsep-konsep kimia dan saling keterkaitannya dan penerapannya untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari dan teknologi.
6.         Membentuk sikap yang positif terhadap kimia, yaitu merasa tertarik untuk mempelajari kimia lebih lanjut karena merasakan keindahan dalam keteraturan perilaku alam serta kemampuan kimia dalam menjelaskan berbagai peristiwa alam dan penerapannya dalam teknologi.
Sebaiknya guru tidak mengajarkan kepada peserta didiknya secara textbook sehingga peserta didik merasa bosan dalam menerima pelajaran tersebut. Kaitkan apa yang telah kita pelajari dengan hal-hal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, agar peserta didik lebih mudah memahami konsep pelajaran yang kita berikan kepadanya.
Terkadang guru juga suka sekali memberikan pertanyaan yang diluar kemampuan siswa dan juga tidak sesuai dengan konsep yang ada, sehingga terkesan pelajaran Kimia itu susah sekali untuk dipelajari. Menggunakan teknologi dalam system pengajaran juga lebih baik, agar siswa tidak bosan terhadap pelajaran yang disampaikan.Untuk itu perlu bagi guru untuk dapat menguasai media computer ataupun internet agar guru tidak ketinggalan zaman saat ada aplikasi terbaru yang berhubungan dengan Kimia dan membuat system pembelajaran menjadi mudah dan menarik.
            Menguasai konsep pembelajaran itu sangat penting bagi seorang guru, terlebih apabila peserta didik ingin mencari tahu hal yang berhubungandengan Kimia ataupun konsep pelajaran yang akan diajarkan.

Tidak ada komentar: